Kenapa Ada 1-2 Batang Padi dalam Satu Rumpun yang Berbuah Duluan?

Buat petani muda atau pemula, mungkin Anda tidak begitu menyadari kenapa ketika padi mulai berbuah, berbuahnya tidak serentak. Tapi kaya gambar dan video ini:

Fotonya kurang jelas yaa???
Lihat video ini aja.

Satu dua batang yang sudah berbuah dalam satu rumpun.

Kalau aku lagi naik kereta ke Surabaya atau Jakarta, banyak juga tanaman padi yang ku lihat di perjalanan berbuahnya seperti itu.

Anda tahu penyebabnya?

Gini, dulu pas aku lagi ngantri di bidan, aku pernah baca tabloid pertanian. Yang kubaca saat itu intinya adalah:
Di kalimantan, ada orang yang sedang uji coba untuk membuat tanaman padi berbuah seperti itu semua. Maksudnya seperti satu dua batang yang sudah berbuah dalam satu rumpun itu. Tujuannya, biar hasil jadi lebih banyak.
Seperti Anda juga ingin panen yang banyak kan??

Oke lanjut.

Mereka mengklaim bahwa sistem yang mereka terapkan memberikan hasil positif. Terbukti bulirnya makin banyak, tanaman juga kokoh.

Yang mereka lakukan adalah sistem yang bertentangan dengan sistem yang sedang disosialisasikan oleh pemerintah.

Pemerintah kan gencar tuh, memberi penyuluhan untuk nanam padi dengan sistem yang hemat benih.
Bibit usia 18-21 hari harus sudah ditanam. Nanamnya pun tidak boleh banyak-banyak. Cukup satu-dua batang saja. Tujuannya biar anakannya makin banyak. Keuntungannya, benih sedikit, tapi anaknya banyak dan hasil banyak.

Kalau orang Kalimantan itu, kebalikannya boss. Mereka tidak menghemat benih. Mereka menanam bibit padi dengan jumlah 10 kali lipat yang dianjurkan oleh pemerintah. Antara 15-25 batang. Tujuannya, ya biar induk-induk inilah yang berbuah. Bukan anakannya.

Pada foto dan video di atas itu, yang sudah berbuah adalah induk bibitnya. Bukan anakannya. Anakannya berbuat lebih lambat dari pada induknya.

Setelah aku baca tabloid itu, aku jadi penasaran dan aku hitung perbedaan jumlah bulir induk bibit dan bulir anakannya.

Ternyata, memang lebih banyak yang bulirnya induk bibit boss. Yang anakannya kalah.

Maka dari itu, orang kalimantan menggunakan sistem tanam yang berbeda dari yang dianjurkan oleh pemerintah. Dengan harapan, tidak muncul anakan padi dan semua induk yang berbuah. Karena bulir dari bibit induk itu lebih banyak dari pada bulir dari buah anakan.

Kebayang kan??

Coba Anda praktekkin deh. Coba tanam seperti orang kalimantan itu dengan luas 2x2 meter aja dulu. Toh cuma sedikit saja. Siapa tahu, hasil uji coba Anda berhasil dan menuai banyak pujian banyak orang.

Itu opini saya hari ini. Banyak opini-opini lain yang saya jamin bermanfaat untuk Anda.
Anda dapat manfaat, saya dapat pahala. Amiin.

Belum ada Komentar untuk "Kenapa Ada 1-2 Batang Padi dalam Satu Rumpun yang Berbuah Duluan?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel