Bisnis MLM di Ujung Tombak

Dulu waktu usiaku sangat muda, saat duduk di bangku SD ketika ditanya:

cita-cita mau jadi apa?

Aku selalu jawab mau jadi dokter, kadang berubah mau jadi guru, lama-lama berubah lagi jadi polwan 🤣🤣 aaahh macem-macem pokonya.

Sampai-sampai masuk boarding school (6 tahun) cita-citaku ganti lagi jadi hafidzah dan ingin melanjutkan mengaji di Wonosobo,.Kala itu terinspirasi oleh guru tahfidzku yang ganteng *eeaaaaa jd aku maunya jd hafidzah.

Waktu berjalan, kelulusan SMK pun berlalu, aku dipinta untuk mengabdi ditempat ku menimba ilmu selama 6 th itu ( AL-ITTIHAD Boarding school Cianjur Rawa Bango). Oke aku siap, orang tua sudah merestui, aku ikuti pengajian pra ngabdi selama satu minggu lamanya.

Namun tak lama dari itu, saat pengajian pra ngabdi selesai, orang tuaku menjemputku untuk pulang. Mereka menginginkanku untuk melanjutkan kuliah saja. Padahal sambil ngabdi pun bisa kuliah. Hanya saja harus sudah ngabdi minimal 2 tahun. Tapi orang tauku gak mau.

Karena saat itu hidupku masih dibiayai oleh orang tua, aku bisa apa? Aku turuti keinginan mereka dan aku minta kuliah di daerah Bogor. Sesuai dengan jurusanku saat sekolah "Kimia Analisis" (sudah daftar tinggal nunggu waktu tes) eeehh malah di suruh kuliah di Cianjur.

Katanya "jangan jauh-jauh biar bisa kepantau". Keseel sih, tapi mau gimana lagi. Jadinya aku ikut-ikutan kuliah sama temen deh. Kuliahnya di STAI AL-AZHARY Cianjur jurusan PAI.

Naahh bisnisku di mulai dari sana, saat aku duduk di semester 4 (kalau ga salah ya. Sudah agak lupa 😅) calon mertuaku (aihh aiihh calon mertua, sekarang udah jd mertua beneran dan dia pendiri arisan di Pasar Ramayana) menyuruhku berjualan dengan sistem kredit.

Dia yang memberikan modal dan aku yang menjalankannya. Karena orang tuaku darah tukang dagang it's oke wae buatku.

Saat itu barang yang aku bawa adalah jaket wanita & pria, kemeja dan kaos pria. Alhamdulillah teman kuliahku pada ambil tu barang. Disamping itu akupun jualan pulsa, sayangnya bangkrut begitu saja. Yaiyalaah bangkrut di kasbon teroossss 😭, belum lagi yg kasbon nya gak bayar lagi. Kan pening. Tapi aku anggap smuanya selesai.

‌Waktu berlalu temannya mantan pacar (suamiku sekarang) memberikan peluang untuk jualan asesoris hp miliknya, yaaa aku mau. Dimulai dari posting-posting di fb, hingga saya mejeng di CFD setiap hari minggu (yang kadang ditemani calon suami saat itu). Hasilnya alhamdulillah bisa buat beli kuota dan tambahan jajan  😆.

Tapi lama-lama aku berpikir. Dan beberapa bulan kemudian aku memutuskan untuk berjualan barang sendiri. Bukan lagi barang punya temen kekasihku (alay banget ga sih kata kekasihkunya, tp gapapalah ya) dan kala itu kekasihku memberiku modal utama untuk belanja stok asesoris hp sekitar 3 jutaan.

Tak butuh waktu lama, pelangganku semakin bertambah, aku punya banyak reseller dari anak sekolahan, konter-konter kecil hingga kaka kelas waktu di AL-Ittihad. Penghasilanku semakin hari semakin mantap sehari saja. Aku bisa kantongi keuntungan bersih ratusan ribu, bahkan hampir mencapai jutaan. (Merasa bangga karna saat itu susah payahnya mencari uang sangat luar biasa).

Semakin lama keinginan semakin meningkat yang asalnya jualan di rumah kekasih, ingin pindah ke toko/ruko yang lebih strategis sampai-sampai mamah kekasihku menyarankan pinjaman bank. Tak pikir panjang aku pun menyetujui itu.

Pinjaman atas nama kekasihku aku yang bayar cicilannya dari hasil penjualan. Pinjam bank sekitar 25 juta (dengan cicilan 1.150 perbulan selama 2 tahun), 7 juta aku bayar sewa toko selama satu tahun, 10 juta aku deposit baju muslim, karna aku berfikir bisnisku akan lebih berkembang dengan banyaknya barang dagangan. Sisanya aku belikan peralatan untuk melengkapi toko dan belanja asesoris hp.

Saat toko sudah buka, aku dan kekasihku menikah (cieeee nikah... Alhamdulillah). Allah kasih kepercayaan begitu cepat. Aku langsung hamil.

Dan ngidamku... Maasya Allah, aku ga bisa makan. Padahal aku lapaaaaarr banget. Tapi rasanya gak bisa. Semua makanan terasa pait, dan aku sering uuooo uuooo (suara orang hamil *eh kalo kerasa sebel ya tidak selamanya). Dari sana aku jarang buka toko. Haduuuhhh jgnkan buka toko, buka hp pun aku tak sanggup.

Makin kesini, dagangan makin sepi. Mungkin karna aku jarang upload dan jarang buka toko. Penghasilanpun menurun. Dan aku memutuskan untuk tidak buka toko lagi padahal toko baru di isi sekitar 2 bulanan. Akhirnya tokoku dialih kontrak. Barang2ku di angkut lagi ke rumahku.

Pas usia kehamilanku 4 bulan, aku sudah bisa makan enak lagi. Aktifitas ku kembali seperti biasa. Tapi rasanya sepi aja kalo aktifitas tiap hari hanya kuliah saja.

Barang dagangan yang menumpuk mulai ku jual lagi. Aku jual baju muslimku dengan sistem kredit. Bibiku yang menjalankan kreditan itu. Kalau asesoris hp, masih bisa ku jual dengan sistem online. Ya meskipun pembelinya kebanyakan masih orang cianjur. Tapi lumayan lah untuk menghabiskan barang.

Soal cicilan, alhmdulillah masih bisa ku bayar ya...

Usia kehamilan semakin tua, tapi stok asesoris hpnya masih banyak. Singkat cerita, semua sisa asesoris yang aku jual, aku titipkan di temannya suamiku yang dulu memeberiku peluang jualan barang miliknya.

Kalo diuangkan, sekitar 6 jutaan. Itu modalnya saja. Tak peduli yang penting barang terjual. Ehh hingga saat ini usia anakku 19 bulan barang masih bersisa 🤣🤣 udah pusing. Stop aja sampe disini

Lanjut, setelah melahirkan ntah kenapa aku jd pengen sering dandan aku beli alat tempur dari merk war*ah. Rasanya kurang enak di pakai. Jadi aku ga pake lagi. Di fb sering liat postingan istri dari temen suami yg jualan produk kecantikan yang penjualannya pake sistem direct selling/ penjualan langsung.

Aku tak hanya tertarik dengan produknya, bisnis MLM nya pun menarik hati ini. Setahun lama nya aku pake produknya dan aku jalani bisnisnya aku tak dapatkan perubahan dari bisnis itu. Sepertinya sih karna aku maless ngejalanminnya.

Aku bingung, dan aku berfikir bahwa hidupku tak mungkin begini-begini aja. Banyak mimpi yg harus aku capai. Termasuk membahagiakan orang tua. Memberi orang tua rasanya tak puas kalo selalu nunggu-nunggu dari pemberian suami. Makanya aku memutuskan untuk bangkit kembali, berbagai bisnis aku cari dgoogle untuk inspirasi namun tak kutemui bisnis yang sesuai dengan hati.

Dari dulu aku sering liat postingan orang yang berjualan Nu Amoorea, tapi sama sekali tidak tertarik. Berhubung wajahku sudah tak terawat aku penasaran dan memutuskan untuk beli dan pakai sabun Nu amoorea.

Entah ada keajaiban apa, tiba-tiba aku ingin masuk menjadi salah satu member di PT.DEP itu. Namun setelah baca-baca tentang bisnis Nu Amoorea, hati kecilku berkata ini peluang yang amat besar dan aku pasti sukses di bisnis ini.

Ternyata, ga ada dua bulan ngejalanin bisnis ini, aku sudah bisa menjadi Gold Distributor.


Aku yakin, ini merupakan pertanda bahwa aku akan menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan orang tersayang & membantu banyak orang. aaamiin...

Salah satu faktor yang mempengaruhi ini adalah aku dibimbing oleh salah satu member Amoorea bernama Maolana Akhsan. Anda coba buka website pribadinya di: masmao.net.

Bismillah aku siap jadi orang sukses...

Kamu juga siap jadi orang sukses kan? Gabung bareng aku yuk !!! Kita belajar, sharing, berjuang bareng-bareng untuk mewujudkan segala mimpi. Hasil jerih payah sendiri lebih memuaskan bukan? Jangan kelamaan mikir, di ajak sukses ko ga mau !!

Nunda join = nunda Sukses ! 😊

Di tulis oleh: Siti Nuraeni
Facebook: Siti Nuraeni.
Whatsapp: klik di sini.

Belum ada Komentar untuk "Bisnis MLM di Ujung Tombak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel