Orang Bodoh VS Pintar VS Telaten VS Duit VS Bedjo

Sering kali aku merasa *sayang banget* dengan orang-orang yang putus asa dan merasa bahwa dia tidak punya harapan lagi di bisnis Amoorea ini.

Padahal, dia hanya perlu sedikit sadar bahwa yang namanya bisnis itu sangat berbeda dengan bekerja sebagai karyawan. Perbedaan besarnya terletak pada proses dan hasil.

Cerita tentang proses, aku jadi ingat tahun 2012 lalu. Saat itu aku kepengin jajan roti bakar. Dalam perjalanan, aku belok kanan dan berhenti depan penjual roti bakar.

Sambil nunggu pesananku diproses, aku ngobrol dengan penjual roti bakar (Roba).


Maolana: Gimana Pak? Rame kan?
Roba: Yaa gini mas. Alhamdulillah.
Maolana: Udah berapa lama jualan roti bakar Pak? Perasaan sudah lama sekali.
Roba: Ini udah hampir 4 tahun Mas. 2 bulan lagi 4 tahun.
Maolana: Wiihh lama juga. Udah banyak langganan dong Pak??? Tinggal panen doang ya.
Roba: Lumayan Mas. Cuma aku kadang heran Mas, ada saja orang sini yang belum tahu kalau aku jualan roti bakar di sini.
Maolana: Ahh masa Pak.
Roba: Iya. Tiba-tiba dia tanya "Pak, sejak kapan jualan di sini?" Aku jawab, 3,5 tahun Mba. Lah mba nya orang mana? "Orang sini aja pak." Merantau ya?? "Engga Pak. Di rumah aja."
Aku heran aja sama mba itu. Bertahun-tahun kok baru tahu aku jualan. Padahal deket Mas.
Maolana: Hehehe. Mungkin dia sibuk Pak. Lagian Abang juga udah banyak langganan kan??
Roba: Ya heran aja Mas.
--------------------
Dari cerita Bang Roba itu, aku mikir-mikir. *"Yang namanya bisnis gini ternyata. 3 tahun lebih kok masih ada yang belum tahu dia jualan Roti Bakar".*

Dari cerita Bang Roba itu kita juga harus belajar bahwa bisnis itu berproses. Ada waktunya untuk sukses.

Orang yang bodoh maupun pintar, semuanya membutuhkan proses untuk sukses. Kepintaran bisa dicari. Pintar saja juga masih kalah sama orang bodoh yang telaten.

Seperti yang sudah sering kita dengar: "Batu yang keras saja bisa tembus oleh tetesan air yang sangat lunak".

Begitu juga orang bodoh (seperti aku) juga memiliki kesempatan besar untuk sukses dengan modal ketelatenan. Telaten belajar dan telaten berproses.

Orang pintar, dia akan tergilas oleh orang yang telaten. Orang bodoh maupun pintar yang telaten, akan kalah oleh orang yang bedjo (beruntung). Namun, beruntung itu hanya untuk satu dari jutaan orang.

Kita sangat tidak direkomendasikan untuk berharap keberuntungan. Karena itu sangat jarang banget terjadi. Dan rata-rata keberuntungan itu datang kepada orang yang mau berusaha.

Kita harus terus berusaha saja dengan ketelatenan. Perlahan, seiring waktu berjalan, kita akan mendapatkan langganan dan kita tinggal panen doang.

Tugas kita sebagai pebisnis itu memperkenalkan bisnis kita kepada orang sebanyak-banyaknya. Makanya, proses itu menjadi sangat penting untuk setiap pebisnis.

Sekarang, mungkin ada yang belum tahu bahwa dagang dan bisnis itu juga beda.

Bang Roba itu contoh nyata tentang dagang. Dan masih buanyak lagi yang lainnya. Mereka masih terikat oleh waktu. Ketika mereka ga berangkat untuk dagang, mereka ga dpat duit.

Beda dengan bisnis. Bisnis itu lebih erat kaitannya dengan menejemen orang. Artinya, mengatur orang-orang agar bisa bergerak menghasilkan omzet dan memberikan keuntungan untuk kita sebagai pelaku bisnis.

Maka dari itu, bisnis lebih susah dibangun ketimbang dagang / jualan saja. Makannya, bisnis bisa menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar dari pada sekedar dagang. Kenapa bisa begitu?

Karena, ketika kita dagang saja, kita hanya mengandalkan diri kita saja. Tanpa orang lain. Sedangkan bisnis, kita melibatkan banyak orang yang membantu kita menciptakan omzet.

Dan di amoorea ini, kita tidak hanya diajarkan untuk dagang saja. Tapi bisnis juga dengan potensi hasil yang sangat jauh dari pedagang.

Jadi, walaupun kamu sekarang kerja / dagang apapun, pastikan kembangkan terus bisnis amooreanya agar menjadi pebisnis dan mendapatkan hasil yang jauh lebih banyak dari pada berdagang.

Belum ada Komentar untuk "Orang Bodoh VS Pintar VS Telaten VS Duit VS Bedjo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel